September 03, 2010


Mungkin, 12 tahun itu bukan cinta, melainkan ketakutanku untuk menjalani hari-hari tanpa-mu
Bahwa, cinta tlah mengelabui hatiku, hati-mu, hati kita
Bahwa, cinta tlah lama mati dan terkubur diantara kita, terkalahkan canduku pada-mu

Mungkin, siapa yang tahu

Sebab, ketika mulut-mu terbuka, walaupun hanya sedikit saja, aku tidak memiliki keberanian untuk menyambanginya
Sebab, kepercayaan diriku hilang, bahkan untuk sekadar mengatakan, betapa sempurnanya diri-mu sebagai pria
Dan, percayalah, di tiap-tiap menit mata-mu menatapku, mataku menatap-mu, doa ini selalu terucap; kau-lah anggur bagi gelasku yang kosong

Tetapi, aku memaksa-mu untuk tahu

Meski gairahku padam, tetapi hatiku gemuk akan kasih, dan aku ingin membaginya cuma dengan-mu
Bahwa, kau diperbolehkan untuk tidak mencintaiku; untuk tidak menungguku di meja makan setiap malam aku terlambat pulang; untuk tidak terbangun di pagi hari dan mendapati aku disisi-mu

Bahwa, kau diperbolehkan untuk meletakkan kepala-mu di atas payudara wanita yang kau cinta; kau diperbolehkan menari, bernyanyi dan berbahagia memuji dewi yang tidak turun dari langit; kau diperbolehkan makan dari tangan indah saudariku keturunan Hawa
Tetapi, ingatlah ini, kau-lah anggur bagi gelasku yang kosong

Tidak ada komentar: